May 7, 2012

Mitos Seks Yang Menyesatkan

15 Mitos Seks Yang Menyesatkan
Mastereon - Mitos seputar seks dalam artikel ini bukanlah hal yang baru bahkan mungkin kawan telah banyak mendengar dari orang lain sebelumnya. Mitos-mitos tersebut benar-benar menyesatkan, tapi itu bukan itu alasan mengapa mitos-mitos seks ini konyol. Mitos seks ini benar-benar konyol karena banyak orang di luar sana yang mempercayai sebagian atau bahkan seluruh mitos ini tanpa alasan yang jelas dan tabpa dasar ilmiah. Berikut ini adalah mitos seks yang populer namun tidak benar dan menyesatkan beserta fakta-fakta yang sebenarnya.
  1. Mitos Seks #1: Pria lebih menikmati seks dibandingkan wanita
    Fakta: Sebenarnya wanita juga sangat menikmati seks. Sebenarnya alasan bahwa pria lebih cenderung menginginkan seks daripada wanita bukan hanya karena gairah, tapi lebih pada faktor kenapa para wanita lebih cenderung tidak terlalu memikirkan mengenai seks. Para wanita cenderung mengerjakan lebih banyak aktivitas rumah tangga sehingga mereka kelelahan dan tak memikirkan soal seks. Hormon pada wanita juga membuat mereka berpikir soal seks pada waktu-waktu tertentu saja di tiap bulan, tidak setiap hari seperti halnya pria
  2. Mitos Seks #2: Ukuran 'kejantanan' pria bisa dilihat dari ukuran kakinya (sebagian mitos menyebut ukuran jari kaki).
    Fakta: Tidak ada hubungannya antara ukuran kaki pria dengan ukuran alat genital, atau kira-kira begitulah secara ilmiahnya. Fakta lain yang muncul adalah penis yang besar lebih bisa memberi kepuasan ketimbang penis yang panjang. Dengan kelebarannya, maka penis akan bisa memberi stimulasi di bagian dinding mulut vagina, yang merupakan bagian sensitif pemicu kenikmatan (lokasi G-spot terletak sekitar 4 cm dari mulut vagina). Apalagi, kedalaman vagina juga sangat terbatas. Fakta lain, banyak wanita yang memperoleh orgasme bukan hanya karena penetrasi penis. Jadi, lupakan soal ukuran!
  3. Mitos Seks #3: Masturbasi menyebabkan kebutaan
    Fakta: Jika mitos ini benar, maka tidak ada satu orangpun yang membaca artikel ini saat ini.
  4. Mitos Seks #4: Berciuman bisa mengakibatkan kehamilan
    Fakta: Tidak masalah jika kawan mempercayainya pada saat masih anak-anak, namun jika kawan hingga dewasa masih percaya mitos ini jangan lupa memasang kondom di bibir tiap kali berciuman dengan pasangan.
  5. Mitos Seks #5: Kawan bisa tertulas Penyakit Menular Seksual (PMS) dari toilet/WC
    Fakta: PMS memerlukan lingkungan yang lembab untuk berkembang biak, dan PMS tidak akan menular begitu saja lewat udara atau kontak langsung pada media seperti pada toilet, dll.
  6. Mitos Seks #6: Pria memikirkan tentang seks tiap 7 detik
    Fakta: Jika pria memikirkan tentang seks 8 kali dalam 1 menit selama pertandingan sepakbola, tentu saja hal tersebut dapat mengubah seluruh pengertian tentang olahraga sesungguhnya.
  7. Mitos Seks #7: Wanita tidak dapat menikmati seks yang biasa saja karena mereka sangat emosional
    Fakta: Wanita dapat menikmati seks dalam kondisi apapun dengan tetap emosional. Para wanita cenderung merasa terikat secara emosi ketika berhubungan seks dibandingkan para pria. Tentu saja wanita tidak akan meminta pria melakukan hubungan seks dengannya ketika para kaum Adam bersikap sangat menyebalkan dan tak sesuai dengan keinginan sang wanita!
  8. Mitos Seks #8: Penis bisa saja patah
    Fakta: Penis tidak memiliki tulang keras, sehingga tidak mengalami 'patah tulang'. Yang memungkinkan adalah penis mengalami luka sobek atau lecet.
  9. Mitos Seks #9: Ukuran 'standar' penis adalah 6 inchi atau 15 cm
    Fakta: Ukuran penis tidak selalu menjadi faktor utama kenikmatan seks maupun kesuburan, namun secara ilmiah 'kedalaman' mulut vagina adalah lebih-kurang 10 cm.
  10. Mitos Seks #10: Permen M&M hijau dapat menigkatkan gairah
    Fakta: Tidak lebih dari sebuah permen hijau yang tampak seperti sebuah pil obat.
  11. Mitos Seks #11: Sting (vokalis The Police) melakukan 'seks tantra' selama 8 jam berturut-turut
    Fakta: Ini hanya isapan jempol. 'Seks tantra' bisa bertahan berjam-jam, tapi dalam kondisi pikiran bukan tindakan fisik. Waktu rata-ratanya adalah 3 hingga 7 menit.
  12. Mitos Seks #12: Kolam air panas dapat mencegah kehamilan
    Fakta: Kolam air panas dapat membantu wanita hamil, terutama saat musim semi.
  13. Mitos Seks #13: Pernikahan dengan saudara dekat dapat menyebabkan mutasi genetik pada hasil keturunan.
    Fakta: Pernikahan dengan saudara dekat seperti sepupu, tidak akan menyebabkan mutasi genetik pada bayi. Tidak pernah terdapat fakta mendukung mitos ini pada 11 negara yang melegalkan pernikahan dengan saudara sepupu.
  14. Mitos Seks #14: Meminum minuman kaleng dapat mengurangi jumlah sperma
    Fakta: Minuman tertentu hanya dapat meningkatkan stamina tanpa ada efek pada kualitas sperma.
  15. Mitos Seks #15: 'Blue Balls' dapat berakibat fatal
    Fakta: Pria dapat merasakan sakit pada testikel setelah mengalami gairah seksual yang lama tanpa dapat 'menyalurkan'nya. Namun Blue Balls tidak berakibat fatal.
  16. Mitos Seks #16: Jika punya banyak pengalaman seksual, pasti mengerti bagaimana memuaskan pasangan.
    Fakta: Memang kebanyakan orang berpendapat bahwa seseorang yang tahu banyak hal soal seks dan telah berpengalaman akan lebih baik daripada pemula. Tapi seks yang memuaskan tidak hanya berkaitan dengan teknik dan genital, tapi juga persepsi dan mekanisme kerja otak, dan tentu saja definisi seks yang memuaskan bagi tiap orang itu berbeda-beda.
  17. Mitos Seks #17: Pasangan yang bahagia memiliki kehidupan seks memuaskan di ranjang.
    Fakta: Tidak, ini tidak sepenuhnya benar. Kadangkala, pasangan yang berbahagia tidak selalu memiliki kehidupan seksual yang memuaskan, panas membara dan menggairahkan setiap saat! Mungkin saja memang benar bahwa pasangan yang bahagia mempunyai kehidupan seks yang menggairahkan, tapi tidak setiap saat.
  18. Mitos Seks #18: Seks yang baik haruslah spontan
    Fakta: Pada tahap awal mungkin memang benar akan spontan dan yang spontan biasanya berujung pada seks yang menyenangkan. Tapi setelah 18 bulan, hormon yang membuatnya bergairah membara akan mulai tenang, dan tak jarang bahkan pada 9 bulan sudah menurun, dan ini tidak berarti pasangan tidak saling menginginkan. Tapi ini berarti kawan harus mulai mengingatkan pada diri kawan betapa menyenangkannya seks itu sehingga tetap bisa menikmatinya tanpa merasakan rutinitas. Lagipula, sekali-sekali melakukan seks yang terencana akan terlihat sangat menarik untuk dicoba, pasangan akan merasa tidak sabar untuk menunggu saat itu!
  19. Mitos Seks #19: Wanita tak suka pornografi dan bicara "kotor" saat melakukan hubungan seks
    Fakta: Setiap wanita tentu berbeda. Tak jarang dari mereka juga menyukai hal-hal yang menawarkan keintiman dengan porsi yang berbeda dengan pria tentunya. Sebut saja bunga atau pijatan aromaterapi dari tempat spa. Ada wanita yang suka, tapi ada pula yang tidak. Semua orang pasti setuju bahwa wanita gila berbelanja, tapi tentu tidak semua wanita demikian. Begitu pula dengan pornografi. Berdasarkan suatu penelitian, tidak semua wanita menyatakan membenci pornografi.
  20. Mitos Seks #20: Masturbasi tidak berdampak pada hubungan seks
    Fakta: Walaupun masturbasi tidak menimbulkan masalah yang serius dan tidak merusak tubuh, tetapi bila kawan melakukannya secara konstan, kemungkinan kawan tidak dapat mencapai orgasme melalui hubungan seks vaginal ataupun oral. Bila kawan biasa menggunakan tangan untuk melakukan masturbasi, kecil kemungkinan vagina yang basah dan lembut dapat menimbulkan sensasi yang kawan inginkan. Sebaiknya, hentikan masturbasi atau kurangi frekuensinya agar kawan dapat menikmati dan kembali peka dalam melakukan hubungan seks vaginal ataupun oral.
  21. Mitos Seks #21: Kondom 100% aman
    Fakta: Kondom tidak 100% efektif, ditambah lagi pemakaian yang tidak tepat dapat menyebabkan kehamilan dan tertularnya penyakit kelamin. Pria sering menyimpan kondom di dalam dompet (sehingga kondom tertekan) dan atau di laci mobil (terkena panas) dan menyimpan kondom di tempat yang tidak memenuhi syarat yang bisa merusak efektivitasnya. Bila kawan ingin penggunaan kondom bermanfaat, pastikan kawan tahu persis masa berlakunya, ikuti instrukti yang tertulis dan pakailah sebelum penetrasi.
  22. Mitos Seks #22: Mandul = Impoten
    Fakta: Mandul adalah kondisi di mana pria tidak bisa memproduksi sel-sel sperma. Jadi walaupun penisnya sanggup menegang keras dan sanggup mengeluarkan mani yang berlimpah saat senggama, tetapi tidak terjadi kehamilan. Karena maninya tidak mengandung sel sperma.
    Impoten adalah kondisi di mana penis tidak bisa berdiri (ereksi), dan sebagai akibatnya, tidak bisa melakukan senggama. Tapi walaupun begitu, belum tentu tidak dapat memproduksi sel-sel sperma. Sehingga bisa terjadi kehamilan. Tapi caranya tidak melalui senggama melainkan melalui proses inseminasi buatan (bayi tabung).
  23. Mitos Seks #23: Kawan tidak akan tertular penyakit melalui oral seks
    Fakta: Oral seks tidak berbeda dengan jenis-jenis hubungan seks lain, yaitu sama-sama dapat menularkan penyakit kelamin atau penyakit lain. Penyakit yang paling umum ditularkan melalui seks oral adalah virus, herpes, dan kutil pada genital. Selain itu juga penyakit-penyakit seperti HIV, gonorrhea, hepatitis, sipilis dan penyakit-penyakit lainnya. Sebaiknya tidak melakukan hubungan seks dengan orang yang tidak diketahui latar belakang kehidupannya dan dengan orang yang belum pernah melakukan tes penyakit STD.
  24. Mitos Seks #24: Pria yang sering memakai celana dalam ketat bisa menyebabkan mandul
    Fakta: Hal tersebut memang benar, buah zakar pria berfungsi membentuk dan menampung mani yang berisi sel-sel sperma, sebelum dikeluarkan melalui penis saat ejakulasi. Sel-sel sperma ini terbentuk atas asam amino (seperti yang membentuk protein) yang sangat rentan (mudah rusak) terhadap panas dan asam. Nah, kalo pria sering memakai celana dalam dan/atau celana luar yang ketat, sirkulasi udara di daerah itu akan menjadi sangat minim. Akibatnya panas dari tubuh kita sendiri akan berada di daerah sekitar selangkangan dan suhu udara di daerah tersebut menjadi panas.
  25. Mitos Seks #25: Semua wanita perdarahan pada saat pertama kali berhubungan intim
    Fakta: Yang menyebabkan wanita mengalami perdarahan pada saat pertama kali berhubungan seks adalah karena robeknya selaput dara. Selaput dara merupakan lapisan kulit yang sangat halus yang dapat dijumpai pada saat pembukaan vagina. Namun, selaput dara seorang wanita juga dapat robek bila yang bersangkutan melakukan olah raga sepeda, naik kuda atau bahkan karena masturbasi atau penggunaan tampon. Sehingga wanita tidak mengalami perdarahan sesudah melakukan hubungan seks yang pertama kali tidak berarti bahwa dia tidak perawan.
  26. Mitos Seks #26: Pria selalu memiliki rangsangan seks yang lebih tinggi daripada wanita
    Fakta: Rangsangan seks pada pria dan wanita beragam. Walaupun pria cenderung memiliki rangsangan seks yang lebih tinggi yang disebabkan oleh hormon testosteron yang mereka miliki, tidak sedikit wanita yang memiliki rangsangan seks yang tinggi yang juga disebabkan karena tingkatan testosteronnya. Selain itu, tidak sedikit pria yang biasa-biasa saja terhadap hubungan seks. Tingkatan hormon setiap orang berbeda-beda, dan ini bukan hanya karena masalah testosteron, tetapi juga karena faktor-faktor lain seperti stres ataupun rasa lelah yang dapat menghambat keinginan pria dalam berhubungan seks.
  27. Mitos Seks #27: Bila wanita tidak mengalami orgasme pada saat berhubungan seks artinya dia tidak menikmati hubungan seks tersebut
    Fakta: Sebagian besar wanita mengalami kesulitan dalam mencapai orgasme selama berhubungan seks. Orgasme pada wanita biasanya dapat terjadi melalui rangsangan pada klitoris dengan memakai jari. Berbeda dengan pria, wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat menikmati sensasi hubungan seks. Sering terjadi, pria mengalami orgasme lebih dahulu dari wanita, tetapi ini tidak berarti mereka tidak menikmati hubungan seks yang terjadi. Tentu saja mereka sangat ingin mencapai orgasme, tetapi bagi wanita, orgasme bukanlah segalanya. Yang penting, kawan dapat membuat hubungan seks tersebut menjadi hubungan istimewa yang tidak dapat mereka lupakan. Jangan perlihatkan kekecewaan kawan karena mereka tidak mengalami orgasme. Ini hanya akan membuat mereka berpura-pura mengalami orgasme.
  28. Mitos Seks #28: Wanita etnis tertentu seksnya hebat
    Fakta: Secara fisik, tidak ada perbedaan pada vagina karena berbeda etnis. Banyak mitos seputar kehebatan seksual wanita dari etnis tertentu yang beredar luas di masyarakat, dan ini jelas tidak benar. Mitos itu di antaranya menyebutkan adanya perbedaan vagina wanita dari etnis tertentu, yang membuat aktivitas seksualnya berbeda ketimbang wanita dari etnis lain. Secara fisik, jelas tidak ada perbedaan pada vagina berdasarkan etnis. Kalaupun terjadi perbedaan aktivitas seksual, bisa jadi itu dipengaruhi oleh nilai dan budaya etnis tersebut.
  29. Mitos Seks #29: Berfantasi dengan pria lain saat berhubungan seksual, wanita tidak setia
    Fakta: Wanita tetap setia, membayangkan pria lain hanyalah untuk menaikkan gairah seksual saja. Memang secara umum, wanita tidak biasa memiliki fantasi seks dengan pria lain. Namun tidak semua wanita dapat menerima kondisi 100 % pasangannya. Berfantasi dengan pria lain sebenarnya hanya untuk membuatnya lebih bergairah, sehingga ia tetap setia.
  30. Mitos Seks #30: Vagina kering lebih oke
    Fakta: Vagina kering membuat perempuan tidak nyaman melalukan hubungan intim. Justru vagina yang kering selama hubungan intim bisa membuat wanita merasa sakit dan tidak nyaman. Secara alamiah, vagina akan mengeluarkan cairan. Cairan inilah yang menjadikan vagina basah selama proses hubungan seks. Vagina kering justru mengindikasikan bahwa wanita belum siap untuk melakukan hubungan intim. Mitos ini sangat kuat pengaruhnya, sehingga kemudian muncul produk-produk jamu dan kesehatan yang menawarkan jaminan vagina akan tetap kering.
  31. Mitos Seks #31: Orgasme lewat penetrasi penis
    Fakta: Perempuan lebih sering mendapat orgasme lewat alternatif lain. Hasil penelitian menunjukkan, hanya sedikit persentase wanita yang sering mengalami orgasme melalui penetrasi penis ke vagina. Sisanya, wanita lebih sering memperoleh orgasme melalui hal-hal lain di luar penetrasi penis. Misalnya, sentuhan pada klitoris, foreplay yang intens, dan sebagainya.

Share this

0 Comment to "Mitos Seks Yang Menyesatkan"

Post a Comment

DISCLAIMER - Mastereon.com does not host any files on it’s servers. All point to content hosted on third party websites. Mastereon.com does not accept responsibility for content hosted on third party websites and does not have any involvement in the downloading/uploading of movies, softwares, images or else. Mastereon.com just post links available in internet.